Love Story 1

Halo 😉 Perkenalkan nama saya Beny, saya berasal dari keluarga yang sangat sederhana dari sebuah kota kecil di Jawa Timur. Saya anak ketiga dari 3 bersaudara (bungsu orang nyebutnya). Kakak pertama saya cowok sudah berumah tangga, dan kakak kedua saya cewek sudah menikah juga. Tinggallah saya sendiri yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Akhir Swasta di kota kecil ini.

Kali ini saya mau menceritakan kehidupan saya di tulisan yang jelek ini 🤔😁, siapkan kopi beserta cemilannya ya kawan..mari menyimak dengan seksama 😀.

Saat itu tahun 2010 telah tiba, saya dinyatakan lulus dari sekolah saya dengan nilai rata-rata yang cukup bagus (Bagus nggak, jelek juga nggak) 🤔. Saya merasa senang karena libur panjang telah tiba, saya mikir sudah tidak ada beban lagi karena tidak sekolah lagi. Waktu terus berganti akhirnya pikiran saya sadar bahwa beban hidup saya baru saja di mulai. Yaps benar sekali, lulus sekolah bukan berarti beban kita bebas lepas yahh..itu malah sebaliknya.. Sejak lulus dari bangku sekolah kita baru saja memulai kehidupan yang sebenarnya.. Kenapa saya bisa mengatakan demikian?? Yah karena kita sudah memasuki masa-masa menjadi orang sungguhan, menjadi orang dewasa yang sebenarnya.. Sejak lulus sekolah saya menganggur selama kurang lebih setahun dirumah serta main kesana-kemari pulang malam-malam sampai pernah tidak pulang nginap dirumah teman, mabuk-mabukan (Alkohol). Saat itu saya diingatkan sama ibu saya mau sampai kapan hidup kayak gitu terus, ya mbok nyari kerja sana, katanya. Akhirnya saya mendengarkan apa kata ibu saya itu dan memulai membuat lamaran kerja.

Hari demi hari saya lewati, sesaat saya merenung betul juga ya mau sampai kapan hidup saya begini..dengan semangat saya mulai membuat lamaran kerja dan saya keliling ke komplek Perindustrian di dekat kota saya tinggal, saya menanyakan ke pabrik sini pabrik sana apa ada lowongan kerja. Sudah banyak menyebar lamaran kerja tapi tak kunjung dapat kerjaan juga, sempat mau putus asa..tapi kebetulan saat itu di kota saya diadakan JobFair yg di selenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan. Saya datang ke acara JobFair tersebut memakai baju atas putih bawahan hitam berharap akan mendapatkan pekerjaan, benar saja di acara JobFair itu saya menemukan pekerjaan Swasta untuk penempatan Luar Kota. Saya tertarik dengan pekerjaan itu dan saya melakukan wawancara dengan pimpinan Perusahaannya. Setelah dijelaskan ini itu dan diminta syarat-syaratnya akhirnya saya dinyatakan diterima bekerja di Perusahaan itu. Minggu depannya saya berangkat ke kota yang ditujukan, disana saya menjadi peserta didik dan di latih terlebih dahulu sebelum terjun ke dunia kerjanya. Disela-sela saya belajar dan training ditempat itu saya melihat satu cewek yang mengalihkan perhatian saya. Cewek itu bernama EM (inisial), dia berasal dari kota batik Jawa Tengah. Saya ingin mengenalnya, saya mencoba memberanikan diri menyapanya tiap kali kita berdua bersisipan. Dia selalu tersenyum ketika saya menyapanya.. Saya mulai cari cara agar bisa ngobrol berdua dengannya, tapi slalu gagal karena teman-temannya slalu bersama dia. Saya sempat bercerita kepada teman satu didik saya bahwa saya menyukai cewek tersebut. Suatu hari cewek itu tidak hadir ditempat aula tempat kita training, saya bertanya kepada temannya kemana EM? Mereka menjawab dia mau Resign kak..dia sekarang di kantor. Saya kaget saya langsung jalan ke kantor menunggu didepan kantor. Tak lama kemudian cewek itu keluar dari pintu kantor dan melihat saya, langsung saya hampiri dan bertanya kenapa kamu mau resign?? Dia hanya menjawab gak papa, kerjaan ini gak cocok bagi ssya, katanya. Dia mau pulang ke kotanya hari itu juga, saya menawarkan tumpangan untuk mengantar ke stasiun. Ini baru pertama kalinya saya dengan dia ngobrol empat mata, saya agak deg-deg'an aslinya 🤔🤭. Sesampainya di stasiun dia saya antar pesan tiket kereta kearah kotanya dan ternyata sudah habis, akhirnya saya kasih alternatif lain yaitu naik bis antar kota. Saya dan dia menuju ke terminal terdekat untuk mencari bis. Sebelum dia naik ke bis saya meminta nomer handphone dia berharap suatu saat bisa bertemu lagi, akhirnya dia ngasih nomernya dan berpamitan, mas saya pulang dulu ya makasih sambil melambaikan tangan dia pergi menuju bis nya. Saya pun terngiang-ngiang mendengar suara dia sampai parkiran motorpun masih terdengar jelas suara merdunya 😍. Bersambung...........

Komentar